|
|
| |
|
  Artika Sari Devi Pilihan Membingungkan sang Putri
WAJAH Artika Sari Devi, Putri Indonesia 2004 dan finalis Miss Universe 2005, tiba-tiba berubah sendu. Air matanya menetes saat menceritakan perasaannya mengetahui gambar 'rekayasa' yang memperlihatkan dirinya telanjang bersama finalis lain beredar di internet. "Saya terima kabar tersebut sesaat sebelum naik stage. Jadi bisa dibayangkan bagaimana saya harus berjuang melawan kegalauan saya.
| | Lebih lengkap... |  | |  Edisi No.05/I/September 2003 Dian Sastrowardoyo, Antara Cinta, Nietzsche dan Islam
Ku lari ke hutan kemudian menyanyi ku. Ku lari ke pantai kemudian teriak ku. Sepi... sepi dan sendiri aku benci. Aku ingin bingar... aku mau di pasar. Bosan aku dengan penat, dan enyah saja kau pekat. Seperti berjelaga jika ku sendiri. Pecahkan saja gelasnya biar ramai! Biar mengaduh sampai gaduh! Aih... ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih. Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera...
| | Lebih lengkap... |  | |  Edisi No.04/I/Agustus 2003 Fira Basuki :
Burung gagak, langit merah, deru ombak, kelapa pasir putih, kapal-kapal bersinggah semata-mata membawaku mengingatmu nun jauh di sana di seberang samudra. Bagaimana bisa? Begitu indahnya di tepi pantai sentosa kunikmati seorang saja. Harusnya kan kita di sini duduk bersama? Apakah kamu lebih suka makan sate dan nasi goreng Jakarta? Sementara waktuku habis dan kembali dengan kereta, karena di Singapura keramaian ditukar dengan kesepian senja. Di mana aku harus pulang di depan meja, agar hari segera tuntas dan terlelap tanpa terjaga. Sebelum aku merindukanmu di relung sukma, dan membuat senjaku menjadi nyata...
| | Lebih lengkap... |  | |  Edisi No.03/I/Juli 2003 Ulfa Dwiyanti,
Tiga puluh menit sebelum acara live
| | Lebih lengkap... |  | |  Edisi No.02/I/Juni 2003 Djenar Maesa Ayu,
| | Lebih lengkap... |  | |
|
|