|
|
| |
|
 Edisi No.05/I/September 2003 Monodzkyi, Si Tukang
Kalau ditanya pekerjaan yang nyentrik, eksotis, seksi, mungkin jawabanya adalah pengintip. Melihat kenyataan, detil kegetiran hidup, muram, dan banyak fantasi yang lain. Pekerjaan seperti itulah yang di jalani lelaki ini. Sapaan akrabnya Monodzky, berprofesi sebagai kameramen.
Gaya hidupnya cukup nyleneh, dari kecil suka berlama-lama menghayal di kloset, di gunung, kluyuran dari satu tempat ketempat lain. Hobi petualangannya kini masih di jalaninya, hingga usianya yang empat puluh satu.
| | Lebih lengkap... |  | |  Edisi No.04/I/Agustus 2003 Ny Supeni, Tetap Tegar Meski Dipasung Orde Baru
Bung Karno, kalo Bung tidak percaya bahwa itu adalah fitnah, Saya minta berhenti sebagai duta bangsa sekarang juga,
| | Lebih lengkap... |  | |  Edisi No.03/I/Juli 2003 Taufiq Ismail, "Tanpa Buku Tidak Mungkin Saya Jadi Pengarang"
Di penghujung usianya yang mulai senja, Taufiq Ismail (68) tidak hanya berteriak, menuduh, dan membuat puisi-puisi kritikan atau hanya menyalurkan jiwa esetetiknya. Tanggung jawab Taufiq sebagai sastrawan dibuktikan dengan membuat gerakan sastra di sekolah-sekolah menengah dan universitas bersama kawan-kawannya di "Horison". Di sela-sela kesibukannya Taufiq berbicang santai dengan figurpublik di kantornya yang beralamat di Jalan Galur Sari 11/54 Utan Kayu. Dengan wajah cerah, diselingi tawa kecil Taufiq menceritakan masa lalunya yang indah dan obsesinya di dunia sasra.
| | Lebih lengkap... |  | |  Edisi No.02/I/Juni 2003 Garin Nugroho Ibarat Menanam Buah Langka
Apa yang Anda bayangkan saat mendengar penghargaan Grammy Award, atau Oscar versi Hollywood? Pasti yang akan muncul sederatan artis glamor, tak ketinggalan sutradaranya. Penuh sensasi, begitu gila publisitas. Bisa jadi itulah salah satu ukuran ketenaran buat mereka. Lain cerita bagi Garin Nugroho (41). Namanya mungkin sudah tidak asing di telinga. Bagi sutradara ulung yang murah senyum ini, yang penting manusia mencipta, mengolah seluruh indera, hingga mampu melihat keberagaman.
| | Lebih lengkap... |  | |  Edisi No.01/I/Mei 2003 Dwiki Dharmawan, Perbaiki Budi Pekerti lewat Musik
Perjuangan hidupnya begitu berat. Ia pernah mengikuti ke mana pun Elfa Seccioria manggung. Itulah kisah yang mengawali kesuksesan seorang Dwiki Darmawan di dunia musik. Itupulah yang mungkin menjadikan Dwiki bukan hanya mengabdikan musik untuk musik semata. Berbekal pengalaman dan segudang prestasi yang telah diraihnya, ia ingin membangun generasi muda lewat musik.
| | Lebih lengkap... |  | |
|
|