figurpublik.com
KRAKSAAN – 22 Agustus 2026 Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan bahwa kelengkapan fasilitas dan kecanggihan peralatan medis saja belum menjamin kemajuan sebuah rumah sakit; yang terpenting adalah pelayanan yang diberikan sepenuh hati demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada pasien.
Penegasan itu disampaikan Bupati saat meresmikan Sentra Kuliner Waluyo Jati Sejahtera, Poli Eksekutif, serta Layanan Hemodialisis RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo, Sabtu (22/8/2026).
Peresmian tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Ugas Irwanto, Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Yessi Rahmawati, Wakil Ketua DPRD M. Zubaidi, perwakilan Forkopimda, Sekretaris Komisi 4 DPRD Umil Sulistyoningsih, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH. Hafidzul Hakiem Noor, Direktur RSUD Tongas dr. Catur Prangga Wadana, serta jajaran pimpinan Pemkab Probolinggo dan RSUD Waluyo Jati.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peresmian Sentra Kuliner Waluyo Jati Sejahtera, ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita. Bupati Haris kemudian meninjau langsung deretan lapak yang telah tertata rapi, menyapa para pedagang, dan menyerahkan bantuan sembako kepada mereka.
Selanjutnya, Bupati meresmikan Poli Eksekutif dan Layanan Hemodialisis, meninjau ruang-ruang pelayanan, serta berdialog langsung dengan tenaga medis dan pasien yang memanfaatkan fasilitas tersebut.
Kemajuan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh gedung yang bagus, ruangan yang nyaman, atau alat-alat yang canggih. Yang paling utama adalah kualitas pelayanan, kemampuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada pasien. Prinsipnya: bagaimana kita bisa membangun kepercayaan masyarakat, sehingga mereka merasa benar-benar dilayani dengan sepenuh hati,” ujar Bupati Haris dalam sambutannya.
Ia mengingatkan seluruh jajaran tenaga kesehatan untuk selalu memperhatikan pengalaman pasien selama menerima pelayanan. “Orang mungkin lupa apa yang kita katakan, tetapi mereka tidak akan pernah lupa bagaimana kita memperlakukan mereka,” tegasnya.
Terkait keberadaan Poli Eksekutif, Bupati berpesan agar fasilitas tersebut tidak melahirkan kesenjangan pelayanan. “Jangan sampai muncul pemikiran bahwa ini hanya melayani orang yang mampu. Kita ini rumah sakit daerah, rumah sakit umum, rumah sakit negara-harus tetap melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” jelasnya.
Bupati Haris juga menekankan bahwa keberhasilan layanan kesehatan tidak diukur dari jumlah pasien maupun pendapatan rumah sakit semata. Khusus untuk layanan hemodialisis atau cuci darah, ia berharap keberadaannya sekaligus menjadi momentum memperkuat upaya pencegahan.
Fokus kita bukan semata-mata menangani pasien sebanyak-banyaknya agar menghasilkan pendapatan. Justru yang lebih penting: apa upaya kita agar kasus gagal ginjal di Kabupaten Probolinggo bisa menurun secara signifikan?” harapnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Yessi Rahmawati menyampaikan bahwa peresmian ketiga fasilitas tersebut merupakan wujud nyata komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas serta jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Sentra Kuliner Waluyo Jati Sejahtera dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga pasien dan pengunjung rumah sakit, sehingga para keluarga yang sedang merawat orang sakit dapat lebih mudah dan nyaman dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Adapun Poli Eksekutif yang pembangunannya telah dirintis sejak 2017 dan mulai beroperasi secara terbatas pada Januari 2026, dihadirkan guna memberikan pilihan pelayanan kesehatan dengan fasilitas yang lebih nyaman dan berkualitas, sehingga masyarakat tidak perlu lagi bepergian jauh ke Surabaya maupun Malang.
Kami ingin masyarakat Kabupaten Probolinggo bisa mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik di daerahnya sendiri. Kami ingin terus mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan agar masyarakat semakin sejahtera,” ungkap dr. Yessi.
Untuk layanan hemodialisis, dr. Yessi menyampaikan bahwa fasilitas tersebut telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Sejak mendapatkan izin operasional pada 5 Juni 2026, pemanfaatan layanan telah mencapai sekitar 110 persen, sehingga pihak rumah sakit berencana segera menambah kapasitas untuk mengakomodir tingginya permintaan.
Peresmian hari ini bukanlah akhir dari sebuah pembangunan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar-untuk senantiasa menjaga mutu, memastikan keselamatan pasien, memberikan pelayanan dengan hati, dan menjadikan RSUD Waluyo Jati sebagai rumah sakit kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan testimoni dari pasien Poli Eksekutif, serta pemberian cinderamata bagi para pegawai RSUD Waluyo Jati yang telah memasuki masa purna tugas.
Penulis: Kamarudin
Editor: Tim figurpublik.com


0 Komentar