figurpublik.com
PROBOLINGGO,- 12 September 2026 Pemerintah Kota Probolinggo terus menggali potensi wisata unggulan, khususnya di kawasan pesisir dan hutan mangrove. Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, memimpin langsung kegiatan peninjauan sekaligus bersepeda menyusuri jalur "Bakau to Bakau" (B to B) yang membentang di wilayah Kecamatan Mayangan dan Kademangan, Sabtu (12/9/2026).
Rombongan yang terdiri dari jajaran pimpinan perangkat daerah lingkungan Pemkot Probolinggo mengambil start dari Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL), menelusuri Jalan Lingkar Utara, dan menyambangi kawasan hutan bakau yang dikelola Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP). Perjalanan dilanjutkan menyusuri jalur di kawasan mangrove Kelurahan Ketapang hingga berakhir di Pantai Permata Pilang.
Perjalanan ini tidak sekadar kegiatan olahraga, melainkan peninjauan langsung terhadap potensi kawasan yang akan dikembangkan menjadi destinasi ekowisata berbasis masyarakat.
Wali Kota dr. Aminuddin menjelaskan bahwa jalur Bakau to Bakau memiliki panjang sekitar lima kilometer, yang menghubungkan kawasan mangrove sebelah timur hingga ke hutan bakau di Pantai Permata sebelah barat.
Hari ini kami meninjau sekaligus mencoba jalur baru di Kota Probolinggo yang kami beri nama Bakau to Bakau. From mangrove to mangrove, menyusuri alam pesisir dari satu kawasan hijau ke kawasan lainnya, dengan rentang sekitar lima kilometer," ujar dr. Aminuddin.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa jalur ini tidak hanya difungsikan sebagai lintasan sepeda, tetapi juga berpotensi menjadi rute lari pagi, jalan santai, napak tilas, hingga wisata alam terpadu. Di Pantai Permata Pilang, Wali Kota juga meninjau langsung kondisi akses dan fasilitas yang ada.
Ia mencatat perlunya pelebaran jalur sekitar lima meter, pembangunan gazebo, serta perbaikan anjungan yang kondisinya belum optimal.
Kita akan lebaran jalur, bangun fasilitas penunjang, dan hadirkan daya tarik baru di kawasan ini. Yang terpenting, pembangunan ini tidak hanya soal fisik semata, tetapi harus memberi dampak ekonomi nyata bagi warga sekitar," tegasnya.
Oleh karena itu, konsep pembangunan akan mengutamakan sistem padat karya dengan melibatkan masyarakat setempat, termasuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Pilang.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo, Fitriawati, menyampaikan bahwa Pemkot akan mengalokasikan dukungan anggaran secara bertahap untuk pengembangan kawasan ini.
Nantinya akan ada penambahan alokasi anggaran untuk perbaikan dan pengembangan sarana prasarana di kawasan mangrove. Langkah ini bukan hanya untuk menghadirkan destinasi wisata baru, tetapi membuka peluang kerja dan usaha bagi warga sekitar agar perekonomian ikut tumbuh," jelas Fitriawati.
Pengembangan kawasan mangrove ini direncanakan dilakukan secara bertahap dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Melalui konsep Bakau to Bakau, Pemerintah Kota Probolinggo berharap dapat mewujudkan kawasan ekowisata yang memadukan keindahan alam, aktivitas olahraga, dan pemberdayaan masyarakat sekaligus menjadikannya ikon wisata pesisir baru yang kebanggaan warga Kota Probolinggo.
Penulis : Pimred
Editor : Tim figurpublik info


0 Komentar