figurpublik.com
KRAKSAAN, 13 Oktober 2026 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat upaya peningkatan capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui layanan jemput bola serta perluasan akses layanan di seluruh kecamatan. Langkah ini diambil menyikapi angka aktivasi yang masih rendah di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Probolinggo, Rofiah Adawiyah, menyampaikan hal tersebut saat memimpin kegiatan layanan jemput bola aktivasi IKD di Ruang Pertemuan Tengger, Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (13/10/2026).
Rofiah menjelaskan bahwa IKD merupakan identitas kependudukan dalam bentuk digital yang dikembangkan guna memudahkan masyarakat mengakses identitas diri dan berbagai layanan administrasi kependudukan, dengan merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 72 Tahun 2022.
Kegiatan hari ini kami laksanakan untuk mendekatkan pelayanan langsung kepada masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, melalui pendekatan jemput bola," ujarnya.
Sasaran utama aktivasi IKD meliputi penduduk berusia 17 tahun ke atas atau mereka yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Hingga saat ini, capaian aktivasi IKD di Kabupaten Probolinggo baru berada di kisaran 3 persen angka yang dinilai masih rendah dan menjadi prioritas untuk ditingkatkan.
Capaian kita memang masih rendah, sekitar 3 persen. Karena itulah, kami terus bergerak mendatangi masyarakat melalui layanan jemput bola agar semakin banyak yang mengenal dan memanfaatkan identitas digital ini," jelas Rofiah.
Untuk memperluas jangkauan layanan, Disdukcapil juga telah mengoptimalkan pelayanan administrasi kependudukan di 24 kecamatan di seluruh Kabupaten Probolinggo.
Beberapa kecamatan, termasuk Kraksaan dan Bantaran, kini telah menyediakan layanan pencetakan KTP-el secara mandiri, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kantor pusat Disdukcapil.
Selain memperluas akses layanan, Disdukcapil juga gencar melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran informasi, termasuk media sosial yang dikelola di tingkat kecamatan. Hal ini penting dilakukan mengingat sebagian masyarakat belum memahami sepenuhnya manfaat dan tata cara penggunaan IKD.
Kami terus memperbanyak saluran informasi, mulai dari media sosial hingga koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah dan perusahaan-perusahaan di wilayah Kabupaten Probolinggo, agar manfaat IKD dapat diketahui oleh lebih banyak kalangan," ungkapnya.
Rofiah menambahkan, seiring dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, antusiasme terhadap IKD diproyeksikan akan terus bertambah. Target yang ingin dicapai hingga akhir tahun 2026 adalah angka aktivasi IKD mencapai 30 persen dari jumlah penduduk yang memenuhi syarat.
Kami optimis, melalui kombinasi layanan jemput bola, penguatan layanan di tingkat kecamatan, dan penyebarluasan informasi yang berkelanjutan, target 30 persen aktivasi IKD pada akhir tahun ini dapat tercapai. Harapannya, masyarakat dapat semakin terbantu dengan kemudahan layanan administrasi kependudukan berbasis digital ini," pungkasnya.
Penulis : Pimred
Editor : Team figurpublik info


0 Komentar