figurpublik.com
KRAKSAAN — 9 Oktober 2026 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menyempurnakan berbagai persiapan guna menyelenggarakan Apel Peringatan Hari Santri Tahun 2026, yang direncanakan berlangsung di Alun-alun Kota Kraksaan pada Kamis, 22 Oktober 2026 mendatang.
Langkah pemantauan kesiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo, Abd. Ghafur, di Ruang Pertemuan Jabung 1 Kantor Bupati Probolinggo, Jumat (9/10/2026). Rapat diselenggarakan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Probolinggo.
Agenda rakor mencakup penyusunan susunan acara, penempatan petugas, koordinasi lintas perangkat daerah, serta keterlibatan pondok pesantren dan organisasi keagamaan dalam penyelenggaraan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Probolinggo Syamsul Huda, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah terkait, serta Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH. Chafidzul Hakiem Noer beserta jajaran pengurus.
Apel Peringatan Hari Santri 2026 diprediksi akan diikuti sebanyak 1.442 peserta, yang terdiri dari unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, instansi vertikal, BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan pondok pesantren, santri, Banser, serta aparatur sipil negara.
Peringatan akan dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris. Selain pelaksanaan apel, rangkaian kegiatan juga mencakup penyerahan penghargaan kepada para pemenang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 yang berlokasi di Jember, sekaligus penyaluran santunan dan berbagai bentuk bantuan sosial kepada masyarakat.
Bantuan yang akan diserahkan meliputi: santunan bagi 500 anak yatim, 850 santri dhuafa, dan 350 marbot masjid. Selain itu, disiapkan pula bantuan pembangunan 10 unit jamban, bantuan infrastruktur pendidikan di 24 kecamatan, serta program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) bagi siswa Ma'had Aly.
Dalam arahannya, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Abd. Ghafur menegaskan pentingnya kesiapan menyeluruh dan sinergi antarlembaga demi terselenggaranya kegiatan yang tertib dan lancar.
Persiapan harus dilakukan secara matang melalui koordinasi seluruh pihak yang terlibat. Setiap perangkat daerah dan unsur pendukung perlu menjalankan tugas serta tanggung jawab masing-masing agar pelaksanaan Apel Peringatan Hari Santri Tahun 2026 berjalan dengan tertib, aman, dan lancar,” ujarnya.
Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat kebangsaan, nilai-nilai religiusitas, persatuan, serta menegaskan peran santri dalam pembangunan bangsa.
Peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang dan menghargai kontribusi santri serta ulama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya melalui peristiwa bersejarah Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945,” jelas Ghafur.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Seluruh persiapan perlu dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Semoga momentum ini semakin mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah, ulama, pondok pesantren, santri, dan masyarakat luas,” tambahnya.
Apel Peringatan Hari Santri 2026 di Kabupaten Probolinggo diharapkan dapat memperkuat sinergi antarunsur bangsa, menjaga persatuan, serta menginspirasi generasi santri untuk terus berkontribusi dalam memajukan bangsa melalui pendidikan, dakwah, dan pengabdian.
Penulis : Pimred
Editor : Team figurpublik info


0 Komentar