figurpublik.com
KRAKSAAN,"- 8 Oktober 2026 Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ menegaskan pentingnya memperkuat peran dan keberadaan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Probolinggo, sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor yang lebih solid dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di daerah.
Pesan tersebut disampaikan Wabup Fahmi saat memimpin rapat koordinasi (rakor) KPA Kabupaten Probolinggo di Ruang Argopuro, Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (8/10/2026). Kegiatan sekaligus menjadi momentum perkenalan dan pengukuhan kepengurusan baru KPA Kabupaten Probolinggo.
Dalam arahannya, Wabup Fahmi mengapresiasi konsistensi KPA Kabupaten Probolinggo yang tetap aktif berjalan hingga tahun 2026, di tengah kondisi sejumlah KPA di daerah lain yang sudah tidak lagi beroperasi.
Alhamdulillah, sampai saat ini KPA Kabupaten Probolinggo masih berjalan dengan baik. Tentu capaian ini tidak lepas dari dedikasi dan peran aktif para relawan yang senantiasa mendampingi kegiatan di lapangan," ujarnya.
Meski demikian, Wabup Fahmi menegaskan bahwa dukungan terhadap penanggulangan HIV-AIDS belum cukup hanya dari unsur relawan. Keberadaan KPA perlu diperkuat dengan kepedulian dan dukungan menyeluruh dari seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam memberikan pendampingan kepada kelompok masyarakat yang hidup dengan HIV-AIDS.
Pergantian kepengurusan baru KPA, menurut Wabup Fahmi, bukan sekadar perubahan struktur organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat kembali koordinasi, menyatukan visi, dan mempercepat pelaksanaan program yang sempat tertunda.
Kita semua adalah satu tim, satu gerak langkah. Kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk terus memberikan perhatian dan penanganan terhadap warga kita yang terdampak HIV-AIDS. Kepengurusan baru ini harus membawa semangat baru dan langkah yang lebih terarah," tegasnya.
Mengingat tahun anggaran telah memasuki kuartal terakhir, Wabup Fahmi meminta seluruh program yang belum terlaksana segera diprioritaskan dan ditindaklanjuti. "Dengan data terbaru yang dimiliki, mari kita kejar target yang belum tercapai. Melalui kebersamaan dan komitmen seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), insyaallah masih ada waktu untuk menyelesaikannya," harapnya.
Lebih jauh, Wabup Fahmi menekankan bahwa penanggulangan HIV-AIDS tidak dapat dibebankan kepada KPA semata. Diperlukan sinergi lintas sektor yang kuat antara pemerintah daerah, OPD terkait, lembaga, dan masyarakat luas.
Kolaborasi adalah kunci. Jika kita bergerak bersama, beban di lapangan akan terasa lebih ringan dan hasil yang dicapai akan lebih maksimal. Setiap instansi harus berperan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing," ucapnya.
Wabup Fahmi juga menyoroti pentingnya pencegahan sejak dini, khususnya di kalangan generasi muda. Ia mengingatkan temuan adanya pelajar yang teridentifikasi berada di lokasi rawan dalam beberapa operasi penertiban sebelumnya. Kondisi ini menjadi peringatan dini bahwa upaya pencegahan harus lebih masif dan menyasar kelompok usia sekolah.
Masalah HIV-AIDS bukan sekadar masalah kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi kita. Jika tidak ditangani dengan serius, hal ini akan menghambat terwujudnya sumber daya manusia yang sehat dan unggul menuju Indonesia Emas 2045," jelasnya.
Di akhir arahannya, Wabup Fahmi meminta seluruh pihak untuk memberikan dukungan penuh kepada kepengurusan baru KPA Kabupaten Probolinggo.
Sinergi dan komitmen bersama diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan, pengendalian, serta pendampingan kepada masyarakat yang terdampak, sehingga penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Probolinggo dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Penulis : Pimred
Editor : Team figurpublik info


0 Komentar