figurpublik.com
KRAKSAAN,- 12 September 2026 Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Inspektorat Daerah resmi menggelar puncak kegiatan Probolinggo Anti Corruption Fest 2026 pada Sabtu (12/9/2026) di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan. Ribuan warga dari berbagai lapisan masyarakat turut berpartisipasi dalam kegiatan unggulan Integrity Run, lari sejauh 5 kilometer yang menjadi simbol langkah bersama menuju pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Kegiatan dimulai dengan pelepasan peserta oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, yang didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo, Rita Erik Ugas Irwanto, jajaran Forkopimda, para Kepala OPD, serta Camat se-Kabupaten Probolinggo. Rute lari mengelilingi kawasan Kraksaan, dimulai dan berakhir di stadion, melewati Desa Kebonagung, Kelurahan Kraksaan Wetan, Desa Rangkang, hingga Kelurahan Kandangjati Kulon.
Mengangkat tema "Wujudkan Perubahan yang Berani, Jujur untuk Sejahtera dan Amanah" beserta tagline "Gak Jujur Gak SAE," festival ini bukan sekadar seremonial, melainkan strategi kampanye antikorupsi yang dikemas secara kreatif dan inklusif. Selain lari kebangsaan, rangkaian acara turut mencakup penyerahan bantuan pohon penghijauan, pemberian penghargaan Corporate Social Integrity (CSI) kepada PT PLN Nusantara Power UP Paiton, PT Secco Nusantara, dan PT POMI, serta penganugerahan pemenang beragam lomba kreatif bertema integritas — mulai dari mural, video kreatif berbasis kecerdasan buatan (AI), desain avatar, hingga penciptaan jingle antikorupsi.
Inspektur Kabupaten Probolinggo, Imron Rosyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menanamkan kesadaran antikorupsi secara luas dan berkelanjutan.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat budaya integritas, meningkatkan kesadaran antikorupsi di tengah masyarakat, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan Kabupaten Probolinggo yang bersih, transparan, dan akuntabel," tegasnya.
Khusus untuk lomba mural, partisipasi tidak hanya datang dari daerah itu sendiri, tetapi juga dari Bali, Jakarta, Jawa Tengah, hingga Jember, dengan sembilan karya terbaik yang resmi ditetapkan sebagai pemenang. Karya-karya tersebut diharapkan menjadi media edukasi visual yang terus mengingatkan masyarakat dari segala usia akan pentingnya kejujuran dan integritas.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menegaskan bahwa pencegahan korupsi memerlukan pendekatan menyeluruh, tidak cukup hanya dengan penegakan hukum semata.
Pencegahan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum. Kita butuh kesadaran masyarakat, edukasi yang berkelanjutan, serta pembangunan budaya integritas yang nyata di setiap lini kehidupan," ujarnya.
Sekda Ugas juga menekankan pentingnya komitmen bersama untuk menjauhi praktik pungutan liar, suap, gratifikasi, jual beli jabatan, serta benturan kepentingan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia turut mengajak masyarakat untuk tidak ragu berpartisipasi aktif melakukan pengawasan melalui saluran pengaduan resmi, termasuk sistem Whistleblowing System (WBS) dan layanan pengaduan masyarakat "Halo SAE."
Jangan takut melapor jika melihat adanya penyimpangan. Integritas membutuhkan keberanian-baik dari kami sebagai aparatur, maupun dari masyarakat yang peduli," pesannya.
Terakhir, Sekda berharap semangat yang tumbuh dari festival ini tidak berakhir saat kegiatan selesai, melainkan menjadi nilai yang terus dijaga dan dijalankan bersama.
Semoga semangat antikorupsi ini tidak hanya bergaung di bulan September, tetapi menjadi nafas panjang pembangunan Kabupaten Probolinggo yang kita jaga bersama selamanya," tutupnya.
Penulis : Pimred
Editor : Tim figurpublik info


0 Komentar